Official Website

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS

Join Us On

Search

Kamis, 18 Maret 2010

Terkikisnya Dunia Anak-Anak Sekarang


“ Libur telah tiba… Libur telah tiba… Hore! Hore! Hore!”
“Abang tukang bakso marilah ke sini…aku mau beli..”
“ Kebelet pipis..Kebelet pipis..Kebelet pipis papa..Ku mau pipis..Ku mau pipis..Ku mau pipis papa..”
“ Diobok-obok…airnya diobok-obok.. Kena mukaku aku jadi mandi lagi.. Dingin-dingin..dimandiin… Jadi masuk angin…”
Yah… itu baru sebagian lagu anak- anak yang ngetren kira-kita di tahun 90-an. Saat itu kira-kira saya mengenal Joshua, Tasya, Sherina saat saya kelas SD. Saya ingat papa mama saya selalu membelikan saya kaset lagu anak-anak. Mulai dari Sherina, Tasya, Joshua, Trio Kwek-Kwek, kumpulan lagu selamat ulang tahun, dan lain- lain. Selain kaset, orangtua saya juga selalu membelikan vcd-vcd kartun. Mulai dari snow white, cinderella, putri aurora, tarzan, dumbo, tom and jerry, mickey mouse, anastasia, petualangan sherina, joshua oh joshua, dan lain-lain. Mungkin kalian ingat beberapa judul vcd dan penyanyi yang saya sebutkan tadi. Semuanya selalu menghiasi di layar televisi kita.
Jika mengingat hal itu, saya sangat kangen sekali pada jaman itu. Dulu dunia anak-anak selalu beredar dan melingkupi di sekitar kita. Tapi, sekarang sangat memprihatinkan. Saya kasihan melihat adik-adik kecil kita yang masih SMP, SD, TK, bahkan belum bersekolah tidak mendapat perlakuan yang sama dengan saya dulu. Saya sungguh beruntung pada saat itu. Jika dibandingkan sekarang, miris rasanya ketika adik sepupu saya yang baru berumur 5 tahun sudah dapat menyanyikan lagu Agnes Monica atau Mulan Jamela dengan hapalnya disertai koreografi yang artis tersebut lakukan di video klip mereka. Padahal saya yang sudah berumur 19 tahun ini tidak hapal sekalipun. Kemudian pada saat saya dengan adik-adik berkumpul untuk melihat tv, adik-adik saya yang baru TK dan SD tahu betul jam segini waktu sinetron ini. Sinetron mana yangh bagus dan mana yang jelek. Pada saat itu saya hanya bisa “ngelus dada”, “ya ampun anak umur segini dah ngerti sinetron, dah ngerti pacaran-pacaran, dandan, dan lain-lain.” batin saya. Jika dibandingkan pada saat saya seumuran mereka, saya tidak mengenal apa itu sinetron? Apa itu hp? Yang hanya di otak saya hanya boneka barbie, nyanyi lagunya tasya, nonton cinderella.
Contoh lainnya pada saat jalan-jalan ke SGM. Saya melihat segerombolan anak-anak SMP dengan masih mengenakan seragam putih birunya. Mereka begitu modis, tampil lebih dewasa, dan kelihatan sudah mahir bersolek. Jika dibandingkan dengan saya begitu jauh berbeda. Saya aja yang sudah jadi mahasiswi semester 4 masih tidak pandai bersolek dan masih suka hal-hal berbau kartun, dll. Aneh rasanya di saat saya ingin tampil lebih muda, eh tapi mereka ingin terlihat lebih dewasa.
Setelah menulis sebagian contoh yang saya utarakan di atas, kita dapat ambil kesimpulan bahwa anak-anak sekarang sudah matang sebelum usianya. Ibarat bayi prematur, mereka sebenarnya belum keluar eh udah keluar duluan. Kasihan, kata yang bisa saya utarakan jika melihat mereka seperti itu. Mereka seperti tidak punya wadah untuk seusia mereka. Mereka selalu dihadapkan pada keadaan yang membuat mereka untuk berpikir, bertindak, dan berpenampilan secara dewasa. Suguhan media massa yang tidak layak, faktor lingkungan keluarga juga sangat turut ambil posisi atas cepatnya tumbuhkembang anak tersebut. Para orangtua dan para pengusaha media massa, seakan tidak peduli dengan hal ini. Yang mereka pentingkan hanya kepuasaan diri mereka, keberhasilan rating. Mereka tidak memikirkan dampak buruk apa yang terjadi bila anak-anak juga menkonsumsi hal yang tidak sewajarnya tersebut.
Dunia anak-anak terkikis. Ya itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan keadaan dunia anak-anak sekarang ini. Namun, beruntunglah masih ada produser-produser yang memproduksi acara tayangan anak-anak. Seperti si bolang dan laptop si unyil di trans 7; spongebob di global tv, klub disney di tpi, dan lain-lain. Diharapkan tayangan-tayangan tersebut dapat memperbaiki kualitas mental anak pada seusianya. Dan semoga dunia anak-anak kembali bergairah dan berjaya seperti pada jaman saya dulu. Mickey mouse, tom and jerry, donald, tazmania, dan tasya-tasya berikutnya akan selalu hadir tiap hari untuk adik-adik kita, generasi penerus bangsa.


Paramita Sari Indah Widarini
(bendahara umum himakom fisip uns periode 2009/2010)

1 komentar:

LIKE THIS...isit my blog and dont forget to follow....^_~

Posting Komentar

Silahkan berkomentar tapi yang sopan ya :))