Official Website

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS

Join Us On

Search

Rabu, 17 April 2013

NGOBRAS: "Media Sosial dan Propoganda Komunikasi Politik"


NGOBRAS balik lagi loh! Hayoo kosongkan jadwalmu untuk ikutan NGOBRAS kali ini. Tema dan pembicara oke punya loh. Jangan sampe nyesel karena gak bisa dateng ya :D




NGOBRAS kali ini akan membawakan tema "Media Sosial dan Propoganda Komunikasi Politik"
Kira-kira itu apa sih?

Jalaluddin Rakhmat, dalam bukunya Psikologi Komunikasi (1994), menyatakan bahwa Media massa merupakan jenis media yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

Di era reformasi sekarang ini, di mana media menjadi suatu sarana yang sangat bebas untuk digunakan siapa saja, membuat media seperti memegang serangkaian hal-hal yang berhubungan dengan realitas yang nyata.

Pun demikian hubungannya dengan politik. Mempunyai banyak strategi yang bisa digunakan untuk mencapai sebuah tujuan, itulah yang disebut dengan politik. Salah satu strategi yang banyak digunakan, atau bisa dikatakan wajib digunakan, adalah propaganda. Untuk itulah propaganda dalam politik menjadi aspek yang sangat penting.

Mengingat cakupan media yang begitu luas pengaruhnya dan berkembang dengan sangat pesat seiring percepatan inovasi teknologi, saat ini muncul media – media baru yang memanfaatkan teknologi untuk menjadi media komunikasi masyarakat. pada jaman sekarang, muncul lah istilah Media Sosial yang dapat menghubungkan individu dengan individu menjadi tanpa batas fisik yang jelas. Media Sosial yang memanfaatkan teknologi seperti Facebook, Twitter, Blog, dan berbagai aplikasi Media Sosial lainnya telah menjelma menjadi bagian dari realitas masyarakat kini. Apa yang ditampilkan di Media Sosial, kini tak jarang adalah representatif dari apa yang terjadi di lapangan.

Dampak Media Sosial yang cukup signifikan tersebut kini ditangkap oleh orang – orang yang berkecimpung di dunia politik sebagai salah satu alat untuk membentuk opini publik, bahkan sampai melakukan propaganda. Media Sosial kini menjadi ajang pertarungan propaganda berbagai kepentingan politik yang sarat makna dan tanda. Masyarakat yang tidak mengetahui adanya maksud – maksud tertentu dibalik propaganda komunikasi politik di media sosial bisa – bisa menjadi pengikut tanpa arah yang jelas dari pusaran informasi yang terlampau banyak.

Untuk pembiacaranya sendiri ada bapak Ajianto Dwi Nugroho. Yuk, simak sekilas tentang beliau.


Profil :
AJIANTO DWI NUGROHO
Fakultas           :ISIPOL (UGM)
Jurusan                        :ILMU SOSIATRI
NIU                 :102727
Angkatan        :1995
Tahun Lulus    :2003



Ajianto Dwi Nugroho adalah Direktur MANIKMAYA, sebuah perusahaan konsultan politik yang berbasis political branding, social media, dan media intelligent. Dia pernah bekerja di Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan Partnership Governance Reform (PGR) sebagai konsultan media. Dia juga pernah menulis buku tentang Jokowi, “Jokowi: Politik Tanpa Pencitraan” tahun 2012 lalu. Saat ini dia sedang disibukkan dengan menjadi Koordinator Relawan Garuda, tim sosialisasi salah satu calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah dengan media sosmed.

Sinopsis :

Sudah saatnya kita meninggalkan politik yang penuh pencitraan dan poling survei bayaran yang membuat transisi demokrasi kita menjadi mahal serta dibajak oleh para elite instan dengan politik uang. Politik adalah seni memperebutkan dan berbagi kekuasaan untuk kepentingan publik. Wajar bila kita mendapatkan pemimpin yang menjalankan politik dengan sehat, hemat, dan bermartabat. Politisi yang baik dipilih karena prestasi dan reputasinya yang jujur serta bersih, bukan politisi yang mendapatkan jabatan publik dengan cara membeli suara. Jokowi adalah salah satu politisi yang tampil apa adanya. Modalnya adalah prestasi dan reputasi yang diakui oleh banyak kalangan. Dia mempunyai political brand yang unik dan tiada banding. Setiap orang sesungguhnya memiliki keunikan pribadi dan karakter yang khas masing-masing sehingga setiap orang, baik politisi maupun bukan, sejatinya dapat membangun political brand-nya sendiri tanpa dipoles oleh pencitraan yang palsu. Buku ini menjadi penting dibaca oleh setiap orang yang ingin menjadi dirinya sendiri dengan menyimak sosok Jokowi.
 
“Jokowi mempunyai karakter mau mendengarkan apa yang dikehendaki masyarakat, dan yang terpenting dia mau melaksanakan dengan serius apa yang dikehendaki masyarakat itu. Pemimpin seperti itulah yang dibutuhkan oleh DKI Jakarta.”
— Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden RI

“Buku ini menjelaskan mengapa Jokowi menjadi magnet bagi banyak orang untuk mendukungnya, yaitu kepemimpinan. Jokowi mempunyai kepemimpinan yang bisa dipercaya, jujur, dan bersih. Dan yang lebih penting, semua itu sudah dibuktikan dan diakui di tingkat nasional serta internasional.” 
— Mooryati Sudibyo, Pengusaha

“Sekarang ini memilih manusia baik untuk setara dalam berkawan saja sulit, apalagi memilih pemimpin. Jokowi adalah salah satu orang yang membuat saya punya harapan. Barangkali sedikit berlebihan, tapi itu lebih baik daripada pesimistis dan putus asa.” 
— Hanung Bramantyo, Film Maker

Nah kan, temanya seru, pembicaranya keren, tunggu apalagi? Ayo dateng ya!! Untuk tempat acara terbatas, jadi jangan sampai tidak kebagian tempat loh. Plus acara ini gratis! Jadi kantong kamu tetap berisi wawasan kamu makin berisi ^^

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar tapi yang sopan ya :))