Official Website

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS

Join Us On

Search

Senin, 31 Januari 2011

Gatotkaca N-250, Made in Indonesia


Terkadang banyak barang-barang yang kita pakai bertuliskan Made in China, Made in Japan, Made in Taiwan dan lain sebagainya, yang membuat kita berpikir Indonesia buat apa? Apakah ada produk Indonesia yang dapat kita banggakan? Tapi ternyata ada sebuah pesawat buatan anak dalam negeri yang patut kita banggakan. Masih ingat kejayaan masa lalu? Indoneisa memiliki Sang Gatotkaca N-250, hebat bukan???....

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).

Performa Pesawat N-250
Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km. (Pada pesawat baru, kapasitas mesin akan diturunkan yang akan menurunkan performa).

Berat dan Dimensi Pesawat N-250

* Rentang Sayap : 28 meter
* Panjang badan pesawat : 26,30 meter
* Tinggi : 8,37 meter
* Berat kosong : 13.665 kg
* Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg
(Meski mesin N 250 diturunkan kemampuannya, dimensi tidak akan diubah)

Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.



Inspirasi yang dapat kita ambil :
Dengan adanya cerita ini, paling tidak mengingatkan kita akan bangsa kita yang pernah membuat pesawat sendiri. Apa yang telah dibangun oleh putra-putra negeri tidak hanya sekedar menjadi dongeng sebelum tidur atau sekedar kenangan tetapi juga membangkitkan semangat kita bahwa kita mampu.

Seperti halnya Sang Garuda N-250 yang gagah berani, kuat dan mampu terbang tinggi, dari sini pulalah kita terinspirasi bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai SDM yang luar biasa. Terinspirasi untuk mempunyai semangat yang kuat, berani dan percaya akan kemampuan sendiri, sehingga tidak kalah dengan negara-negara lain.

Sumber: http://inamuth2.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar tapi yang sopan ya :))