
Ave Komunikare! Apa kabar teman-teman komunikasi? Semoga baik-baik ya! :) Ingat pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’? Nah, maka dari itu kali ini kami akan memperkenalkan Pengurus HIMAKOM Periode 2013-2014.
Read MoreThe Sunan Hotel bersama HIMAKOM FISIP UNS mengadakan sebuah acara bertajuk The Sunan PR Day. Acara yang diadakan pada Kamis (13/6) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai dunia kehumasan. Bertempat di Wiryowidagdo Ballrom The Sunan Hotel Solo, acara ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 16.30 WIB. Acara yang diikuti oleh 60 peserta ini merupakan acara yang sangat unik. Hal ini karenakan semua peserta diharuskan untuk mengenakan dress code layaknya seorang PR.
Read More
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggaran Workshop News Anchor pada Senin, 1 April 2013 lalu. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh kepengurusan baru HIMAKOM FISIP UNS. Pada acara yang berlangsung di Ruang Seminar FISIP UNS ini mendatangkan Rory Asyari sebagai pembicara.
Read More
Ave Communicare! Halo teman-teman komunikasi, udah tau jadwal KRS-an untuk semester depan? Udah tau jadwal kuliah semester depan? Nah, buat mahasiswa baru, udah tau jadwal Osmaru? Kalau belum, berikut Kalender Akademik Semester Agustus 2013-Januari 2014.
Read More


Hari ini ketika aku pulang dari rapat Himakom pada pukul 23.30, dengan keadaan hujan dan dingin, di sebuah lampu pemberhentian (lampu bangjo) ku lihat seorang anak kecil (kira-kira masih SD kelas 6 atau SMP) yang meminta-minta. Ia sendirian. Begitu miris dan kasihan aku melihatnya. Otakku pun berpikir, dalam keadaan hujan seperti ini, seorang anak kecil masih harus mengemis demi mendapatkan uang. Apa orang tuanya tidak mencarinya? Apa ia besok tidak sekolah? Pikiran-pikiran itu terus menemaniku sampai aku tiba di kos. Tak hanya sekali ini saja aku melihat anak kecil meminta-minta. Seringkali dalam perjalanan pulangku dari Solo ke Madiun atau sebaliknya dari Madiun ke Solo aku menemukan mereka mengemis atau mengamen di dalam bis yang aku tumpangi. Tak dapat kubayangkan jika aku jadi mereka. Seringkali aku berpikir “apakah mereka tidak sekolah?ini kan masih jam-jam sekolah?”. Dalam hati aku bertanya, siapa yang patut disalahkan atas nasib mereka?pemerintah kah? Orang tua mereka kah? Atau mungkin kita? Mungkin pertama-tama aku akan menyalahkan pemerintah karena pemerintahlah yang bertanggung jawab atas kesejahteraan warganya. Pemerintahlah yang membuat kebijakan-kebijakan untuk memakmurkan rakyatnya. Kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah pada kenyataannya membuat rakyat tetap hidup pada lingkaran kemiskinan. Keadaan ekonomi yang susah membuat rakyat berpikir keras bagaimana caranya agar tetap hidup. Hal inilah yang kadang memaksa para orang tua untuk menerjunkan anaknya untuk turut bekerja mencari nafkah demi menyambung hidup mereka. Padahal tak selayaknya anak-anak yang masih dibawah umur untuk bekerja membanting tulang demi membantu orang tua mereka. Mereka seharusnya memiliki kebebasan untuk menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain dan belajar. Tapi pada kenyatannya kepahitan hidup memaksa mereka untuk melupakan hak mereka tersebut.


Copyright 2010 HIMAKOM UNS
Designed by CamelGraph |
Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com
Top Web Host | Web Design by Ciplex | accountant website design
Join Us On